Bahaya keputihan saat hamil

Bahaya keputihan saat hamil – semua wanita pasti pernah mengalami keputihan, keputihan berfungsi untuk membersihkan bahaya ifeksi dari vagina,  saat mengalami keputihan seorang wanita akan mengeluarkan lendir dari vaginanya. Lendir yang diproduksi oleh serviks atau leher rahim dan kelenjar dalam vagina ini akan keluar dengan membawa sel-sel mati serta bakteri, namun ketika hamil anda harus teliti dalam menangani keputihan, memang saat hamil akan banyak mengeluarkan air lendir dari vagina, tidak banyak nya ibu - ibu yang mengetahui Bahaya keputihan saat hamil menganggap hal tersebut normal saja, padahal dalam ilmu medis ada banyak jenis keputihan yang tidak normal diantaranya : Keputihan dengan lendir berwarna cokelat atau mengandung darah, Keputihan disertai rasa nyeri atau pendarahan, Keputihan dengan lendir berwarna hijau, kuning, atau berbuih, Keputihan disertai luka melepuh di sekitar genital, Keputihan dengan lendir berwarna merah muda dan lain – lain , agar para ibu – ibu hamil dapat lebih memperhatikan keputihan berikut Bahaya keputihan saat hamil :
Bahaya keputihan saat hamil
1. Lahir Prematur
Salah satu bahaya keputihan bagi ibu hamil adalah menyebabkan bayi terlahir prematur. Bayi yang lahir di usia kurang dari 38 minggu bisa dikatakan lahir secara prematur. Bayi yang lahir prematur memiliki berbagai macam organ yang belum sempurna. Akibatnya bayi yang dilahirkan secara prematur menyebabkan organ bayi tersebut belum berkembang secara sempurna, sehingga angka kehidupan bayi prematur di bawah usia 38 minggu tergolong rendah.

2. Ketuban Pecah Sebelum Waktunya
Ciri-ciri air ketuban pecah biasanya ketika akan mendekati persalinan, sayangnya ibu hamil yang mengalami keputihan patologis akan menyebabkan ketubannya pecah sebelum waktunya. Jika ketuban pecah sebelum waktunya, hal itu menandakan bahwa ibu hamil akan mengalami persalinan dini. Tidak heran jika persalinan dini akan menyebabkan bayi lahir secara prematur.

3. Berat Badan Bayi Rendah
Jika bayi dilahirkan secara prematur, akibatnya adalah bayi tersebut memiliki berat badan yang rendah. Bayi dengan berat badan yang rendah bisa membuat bayi tersebut memerlukan perawatan khusus dan juga ruangan khusus. Bayi juga rentan untuk terkena berbagai macam gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan itu misalnya malnutrisi, gizi buruk dan organ yang belum berkembang secara sempurna.

4. Kontraksi Dini
Keputihan tidak normal juga bisa menyebabkan ibu hamil mengalami kontraksi dini. Kontraksi dini itu adalah ibu hamil mengalami perut mulas dan kencang, ibu hamil juga akan mengalami pegal-pegal. Kontraksi merupakan tanda-tanda akan melahirkan. Jika sudah begini, ibu hamil akan diberikan obat penguat kandungan agar janin yang dikandungnya tidak mengalami lahir prematur atau bahkan keguguran.

6. Bayi Terkena Infeksi
Dampak bahaya lainnya adalah bayi akan terkena infeksi. Bakteri dan jamur penyebab keputihan bisa menembus plasenta, masuk ke dalam cairan ketuban dan juga masuk ke dalam tubuh bayi. Akibatnya bayi pun akan mudah terkena infeksi terutama infeksi di alat kelaminnya.

7. Perkembangan Janin Terganggu
Dampak bahaya keputihan bagi ibu hamil yang tidak normal, adalah janin di dalam kandungan ibu hamil terganggu perkembangannya. Jika sudah begitu, organ di dalam bayi atau janin pun akan terganggu karena tidak berkembang sesuai mestinya. Anda bisa bayangkan bagaimana jadinya jika perkembangan janin terganggu, hingga perkembangan organ pun terganggu sehingga tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

Itulah beberapa Bahaya keputihan saat hamil, lebih baik mencegah daripada mengobati, saya sarankan untuk rutin periksa ke dokter agar kandungan nya sehat selalu dan lahir dalam keadaan normal,semoga bermanfaat.

Related Posts: